4 Tempat Wisata Alam Terpopuler di Kabupaten Grobogan

Seiring meningkatnya animo warga Kabupaten Grobogan terhadap karya wisata, pelbagai tempat wisata di Kabupaten Grobogan mulai menggeliat. Hal ini disebabkan karena masyarakat menyadari pentingnya melakukan kunjungan wisata. Tujuannya adalah merefresh otak, melepaskan penat dan melegakan perasaan setelah berhari-hari bergulat dengan pekerjaan. Namun, sebelum lebih jauh melangkahkan kaki ke luar Kabupaten Grobogan, ada baiknya kamu jelajahi terlebih dahulu tempat-tempat wisata di Kabupaten  Grobogan tercinta yang tersebar mulai dari ujung timur hingga ujung barat.

1. Obyek Wisata Kedung Ombo.
    Obyek wisata yang wajib kamu kunjungi adalah Waduk Kedung Ombo. Sebuah waduk yang areanya meliputi sebagian wilayah di tiga Kabupaten ; Grobogan, Sragen dan Boyolali. Dari kota Purwodadi bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Daya tarik waduk ini terletak pada pemandangan alamnya yang eksotis. Hamparan air yang cukup luas bisa menyegarkan pandangan mata. Selain itu, waduk ini cukup populer bagi pecinta hobi mancing ikan. Di wilayah ini tersedia banyak spot untuk menghabiskan waktu berhari-hari menunggu ikan kecantol umpan. Daya tarik lainnya adalah warung makan yang menyediakan berbagai masakan ikan khas Kedung Ombo mulai dari Ikan Nila hingga ikan wader. Banyaknya spot wisata di kawasan kedung ombo cukup ditebus dengan membayar harga tiket masuk sebesar lima ribu rupiah.

waduk kedung ombo grobogan
Gambar 1. Waduk Kedung Ombo
sumber foto : http://wisatasenibudaya.com/wisata


2. Desa Wisata Jatipohon Indah
    Terletak di sebelah utara kota Purwodadi, Jatipohon merupakan obyek wisata yang sudah sangat dikenal oleh warga Kabupaten Grobogan. Mengandalkan pemandangan alam, Jatipohon kini sudah semakin matang untuk menjadi wisata andalan Grobogan. Keberadaan kolam renang yang ditambah dengan adanya homestay membuat Jatipohon bisa menjadi tempat yang nyaman untuk rehat. Menyeruput kopi pada pagi yang dingin sambil memandang hamparan wilayah Kabupaten Grobogan yang sesekali tertutup kabut merupakan kenikmatan tersendiri. Semua itu cukup dengan membayar tiket masuk delapan ribu rupiah, sedangkan harga homestaynya bisa cek langsung ke TKP.
Jatipohon Indah Grobogan
Gambar 2. Jatipohon Indah Grobogan
sumber : http://www.gurukecil.com/

3. Bledug Kuwu
    Bledug Kuwu juga takkalah legendarisnya dengan kedua obyek wisata andalan kota purwodadi di atas. Meskipun sama-sama mengandalkan wisata alam, Bledug Kuwu memiliki perbedaan dengan kedung ombo maupun Jatipohon. Jika kedung Ombo dan jatipohon sengaja didesain oleh manusia, akan tetapi Bledug Kuwu tercipta karena kecelakaan alam yang mirip dengan apa yang terjadi di Sidoarjo dengan skala yang lebih kecil. Ada hal yang menarik mengenai obyek wisata ini. Keberadaan Bledug Kuwu dicatat oleh Raffless dalam The History Of Java.

“Beberapa objek yang tidak dikenal, yang hanya dapat dilihat dengan penjelasan tertentu, adalah ledakan-ledakan lumpur, terletak di antara distrik Grobogan di barat, dan distrik Blora serta Jipang di timur. Penduduk lokal menyebutnya Bledeg, dan Dr.Horsfield menyebutnya sumur garam. Sumur garam ini menyebar ke seluruh distrik dengan aliran seluas beberapa mil, dan dasarnya seperti banyak ditemukan di beberapa tempat yang ada aliran air tawar, akan menjadi batu kapur…” .

Dengan demikian, Bledug Kuwu sudah ada ketika Rafless memerintah Hindia Belanda pada kurun waktu 1811-1816. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa Bledug Kuwu sudah ada sejak zaman Majapahit.

Nah, untuk menyaksikan kejadian fenomenal silakan datang ke Bledug Kuwu yang terletak kurang lebih 30 km dari kota Purwodadi.


Bledug Kuwu Grobogan
Gambar 4. Bledug Kuwu
sumber : https://humasperhutanirandublatung

4. Kesongo
    Lokasi ini memuliki popularitas yang agak rendah dibanding ketiga obyek wisata di atas. Meskipun begitu, kesongo memiliki tempat yang unik. Kawasan rumput yang luas, burung belibis yang sedang terbang bergerombol adalah fenomena yang menarik. Lalu langkah kaki kami mulai memasuki fenomena yang tidak kalah eksotik, yakni kawasan kedua dari Kesongo yaitu Kawasan Semburan Lumpur. Saya agak merasa aneh ketika mendengar suara berdesis di sekitar saya. Ternyata suara tersebut berasal dari letupan lumpur yang keluar dari dalam tanah. Memang benar saya melihat sebuah tempat yang benar benar berbeda dengan kawasan sebelumnya. Tampak di kanan kiri saya, bekas bekas letupan lumpur yang mirip miniatur gunung berapi.

Jumlahnya tak bisa saya hitung. Dan yang luar biasa, letupan lumpur tersebut masih aktif, mulai dari yang kecil sampai yang agak besar. Sekilas memang mirip dengan fenomena lumpur di Bledug Kuwu. Yang membedakan letusannya memang tidak sebesar Bledug kuwu. Tapi justru inilah yang menarik,  letupan di Kesongo berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lain, sehingga meninggalkan banyak sekali bukit bukit kecil, seperti tampak pada gambar di bawah ini. Penasaran, silakan datang langsung di Kesongo yang terletak di koordinat 7°9'20"S 111°15'13"E di Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan.

Gambar 4. Lumpur Kesongo
sumber gambar : http://sakamerahputih.blogspot.co.id/