About The Author

This is a sample info about the author. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis.

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Sunday, January 15, 2012

Kawasan Lumpur Kesongo

Kabupaten Grobogan memiliki berbagai kawasan wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sebagian besar kawasan wisata di Kabupaten Grobogan merupakan keajaiban alam, termasuk kawasan lumpur Kesongo.barangkali anda akan mengernyitkan dahi, atau mungkin langsung mencoba browsing di Google untuk mencari tahu apakah itu Kesongo. Memang benar, Kesongo bukanlah kata yang populer di dunia nyata maupun di dunia maya. Tapi kali ini saya akan melaporkan, ciee melaporkan. apa tidak ada bahasa lain. Baiklah, baiklah..Saya ulang ya, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan wisata saya menuju ke sebuah tempat bernama Kesongo atau Sumber Lumpur Kesongo.
Berawal dari sebuah diskusi dengan teman teman tentang Aksara Jawa, Kerajaan Medang Kamulan, Ajisoko dan Bledug Kuwu. Ada yang meyakini bahwa aksara Jawa diciptakan oleh Ajisoko. Tapi belum ada sumber valid mengenai hal ini, selain cerita rakyat. Tapi intinya, saya tak pernah menyangka bahwa ada sebuah tempat di area Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora yang mungkin terlupakan dari legenda Ajisoko tersebut. Dari rangkaian cerita Ajisoko ada lokasi selain Bledug Kuwu. Lokasi tersebut adalah Kesongo. Jeng jeng K E SO N G O.Cerita segera dimulai.

Kawasan Lumpur Kesongo memiliki luas 119,1 ha, yang terdiri dari 3 tipe habitat. Ketiga tipe tersebut adalah kawasan semburan lumpur, kawasan rawa dan kawasan padang rumput (savanna). Kawasan semburan lumpur merupakan kawasan yang dipenuhi oleh lumpur yang keluar dari perut bumi, pada daerah ini tidak ada vegetasi yang bisa hidup. goasentono.blogspot.com

Maka saya dan empat orang teman, pada 17 September 2011 mengadakan perjalanan ke Kesongo yang terletak di koordinat 7°9’20″S 111°15’13″E di Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan. Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB ketika kendaraan yang saya kendarai berbelok ke utara memasuki jalan di sebelah Terminal Sulursari, kemudian melewati Rel kereta api, kurang lebih 500m di perempatan kami berbelok ke kanan. Kondisi jalan tidak terlalu bagus. Kurang lebih 20 menit, kami tiba di kawasan Sumber Lumpur Kesongo.

Di bawah ini merupakan kawasan di sisi selatan Sumber Lumpur Kesongo. Ada sekawanan burung Bangau Tongtong yang sedang terbang.
>
Memasuki area sumber lumpur Kesongo, waktu menunjukkan jam 11.00 WIB, namun kondisi tidak terlalu panas, karena memang agak mendung. Kami disambut hamparan rumput Grinting (Cynodon dactylon)yang sangat luas. Sekawanan kerbau yang dibiarkan secara liar untuk mencari makan. Dan yang menarik, ada sekawanan burung Belibis yang sedang bergerombol, yang berhasil saya ambil gambar dari kejauhan. Hal ini sekaligus membuktikan tentang informasi yang saya dapatkan dari website Perhutani




.

Kawasan kesongo juga merupakan habitat beberapa jenis burung (aves) seperti Bangau tong-tong (leptotilos javanicus), manyar jambul (Ploccus manyar), belibis (Dendrocygna javanica), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Alap-alap capung (Microhierax frigillarius).
Kawasan rumput yang luas, burung belibis yang sedang terbang bergerombol adalah fenomena yang menarik. Lalu langkah kaki kami mulai memasuki fenomena yang tidak kalah eksotik, yakni kawasan kedua dari Kesongo yaitu Kawasan Semburan Lumpur. Saya agak merasa aneh ketika mendengar suara berdesis di sekitar saya. Ternyata suara tersebut berasal dari letupan lumpur yang keluar dari dalam tanah. Memang benar saya melihat sebuah tempat yang benar benar berbeda dengan kawasan sebelumnya. Tampak di kanan kiri saya, bekas bekas letupan lumpur yang mirip miniatur gunung berapi.
Jumlahnya tak bisa saya hitung. Dan yang luar biasa, letupan lumpur tersebut masih aktif, mulai dari yang kecil sampai yang agak besar. Sekilas memang mirip dengan fenomena lumpur di Bledug Kuwu. Yang membedakan letusannya memang tidak sebesar Bledug kuwu. Tapi justru inilah yang menarik,  letupan di Kesongo berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lain, sehingga meninggalkan banyak sekali bukit bukit kecil, seperti tampak pada gambar di bawah ini.


Letupan dari Lumpur Kesongo

Letupan dari aktivitas lumpur di kesongo
Gambar diatas merupakan aktivitas letupan lumpur yang terjadi di Kesongo. Menurut penduduk sekitar, biasanya juga ada ledakan besar yang disebut dengan Kurdo.



Sedangkan gambar di atas merupakan kawasan rawa, dimana terdapat rumput Mlingi, tempat minum sekawanan burung burung dan juga hewan ternak seperti kerbau.
Kami beristirahat sejenak di sebuah Gardu yang dipenuhi gambar Semar. Bagi saya, Kesongo memang merupakan sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Menarik dari segi cerita atau legenda, konon disitulah tempat Ajisoko menghukum Joko Linglung. Selain itu Kesongo merupakan sebuah kawasan ekologi yang juga menarik untuk diketahui dan dikunjungi.
Setelah beristirahat kami meninggalkan kawasan Kesongo. Sebuah tempat wisata di Kabupaten Grobogan yang selama ini terlupakan. Akses masuk yang cukup sulit mungkin menjadi penghambat mengapa jarang orang yang berkunjung ke tempat tersebut.
»»  read more

Saturday, March 20, 2010

Hotel di Purwodadi Grobogan

Hotel
Griya Laksana
Jl. Let. Jend. Suprapto No. 116
421505, 421507
Fax. 421500
Bintang I

Elvitaro
Jl. Siswomiharjo No. 36
421449
Melati II

Gerhana Surya
Jl. R. Suprapto
Melati II

Graha Mukti
Jl. Gajah Mada No.8
424825

Wikan
Jl. Gajah Mada


Suko Tentrem
Jl. MT. Haryono No. 47
421097
Melati I

Nasional
Jl. S. Parman No. 35
4211247
Melati I

Harmoni
Jl. A. Yani
Melati I


»»  read more

Gethuk Lindri Purwodadi Tampil di Trans7

Grobogan memang sebuah daerah dengan berbagai potensi yaang tak kalah dengan kabupaten lain, tak heran pada tanggal 28 Desember 2009 kemarin, Trans7 dalam acara Laptop si Unyil menampilkan Toko Roti Dewi Purwodadi sebagai pembuat Getuk Lindri. Dalam acara tesebut di tampilkan proses pembuatan Getuk Lindri yang bahan utamanya adalah singkong, mulai dari awal sampai akhir pembuatan.

http://youtu.be/s4WN6HlVldw
Dengan hal tersebut sebenarnya masih banyak kerajinan atau wisata kuliner di kota Purwodadi yang jarang di liput media. Memang harus diakui akses jalan menuju kota purwodadi tak begitu bagus dari berbagai arah. Hal ini disebabkan kondisi tanah purwodadi yang memang labil.
»»  read more

Monday, December 14, 2009

Api Abadi Mrapen


Api abadi Mrapen adalah sebuah kompleks yang terletak di desa Manggarmas, kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.


Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.

Selain api abadi, di komplek tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapatdipergunakan untuk mengobati penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apapbila seseorang dapat mengangkatnya maka yang mengangkat tersebut akan mendapatkan keinginannya
»»  read more

Monday, August 10, 2009

Bledug Kuwu




Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcanoes) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.

Geologi

Secara geologi, kawah lumpur Kuwu, sebagaimana kawah lumpur lainnya, adalah aktivitas pelepasan gas dari dalam teras bumi. Gas ini biasanya adalah metana. Kuwu adalah satu-satunya yang berlokasi di Jawa Tengah. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Banjir lumpur panas Sidoarjo juga diakibatkan oleh kawah lumpur, meskipun untuk yang terakhir ini tingkat aktivitasnya lebih tinggi.

Kandungan garam
Ladang garam di sekitar kawah lumpur.

Lumpur dari kawah ini airnya mengandung garam, oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dipakai sebagai bahan pembuat garam bleng (IPA: /bləng/) secara tradisional. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan.

Legenda

Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Aji Saka

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bledug_Kuwu_2.jpg
»»  read more

Thursday, August 6, 2009

Gethuk Lindri Purwodadi


Gethuk Lindri adalah makanan yang sudah terkenal di seluruh Indonesia. Gethuk Lindri adalah makanan yang terbuat dari singkong, bukan keju lho. Cara membuatnya Potong-potong ketela pohon yang sudah dibersihkan dari kulitnya, cuci bersih lalu kukus hingga matang. Masih dalam kondisi panas, ketela pohon kukus ini relatif mudah dilembutkan. Gunakan gilingan gethuk untuk melumatkannya. Lalu setelah itu di campur dengan bahan bahan lainnya seperti gula dan lain lain.

Di Indonesia khususnya di jawa makanan ini memang agak langka, termasuk di Purwodadi sudah jarang orang yang membuatnya. Meskipun demikian masih ada toko yang menjual makanan gethuk lindri ini di kota Purwodadi. Nama tokonya adalah Toko Dewi, terletak
Jl. MT.Haryono 91 Purwodadi Grobogan. Harga satu paket terdiri dari 10 potong gethuk Lindri adalah sebesar Rp.6000. Rasanya enak tenan, mak Nyus pokoknya. Makanan ini cocok untuk oleh oleh bagi warga purwodadi yang merantau ke luar kota. Ayo makan Gethuk Lindri.


»»  read more

Monday, August 3, 2009

Contact

Informasi Tentang Situs ini atau tentang Grobogan, silahkan hubungi :

Arif : 08569915901
mail :arif@rahmawan.web.id
http://facebook.com/arif.rahmawan
»»  read more